Banda Aceh – Hikayat Dangdeuria yang dibawakan oleh Muda Balia ikut memeriahkan Pasar Seni Putroe Phang atau Banda Aceh Art & Cultural Market pada Minggu (23/08/2026) di Taman Putroe Phang.
Tidak hanya Hikayat Dangdeuria, Pasar Seni Putroe Phang juga dimeriahkan oleh Sanggar Ie Mawoe SMA Negeri 3 Banda Aceh, Dita Aqsa X Edi, TKD Music, Sanggar Humaira, Vandols, dan Bob Sembiring.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang Promosi Dispar Kota Banda Aceh, Azwar mengatakan untuk Minggu ini pihaknya mengundang Hikayat Dangdeuria ini untuk melestarikan dan memperkenalkan dan seni hikayat ini kepada warga kota.
“Hikayat Dangdeuria ini seni hikayat dan tutur tradisi Aceh yang menyampaikan melalui tutur, syair, dialog, karakter, suara, ekpresi dan gerak tubuh. Kita menghadirkan seni ini sebagai upaya untuk terus melestarikan dan memperkenalkan seni ini kepada warga kota khususnya anak-anak generasi z sekarang,” kata Azwar yang kerap disapa Awer.
Kata Awer, setiap minggunya panggung Pasar Seni Putroe Phang menampilkan seni yang berbeda-beda. “Setiap Minggunya kurang lebih ada tujuh penampilan yang tampil di sini dengan bermacam ragam seni yang dutampilkan,” kata Awer.

Tidak hanya itu, Awer menambahkan di sini juga ada berbagai macam produk UMKM dan ekonomi kreatif yang dijual.
Oleh karena itu, Awer mengajak warga kota untuk ikut memeriahkan Pasar Seni Putroe Phang ini dengan datang dan menyaksikan langsung seni yang ditampilkan setiap Sabtu dan Minggu sore. (Rid)
