Banda Aceh – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh melakukan pembersihan intensif Kolam Taman Putroe Phang dari rumput liar dan gulma.
Pembersihan dilakukan untuk menjaga keindahan, kebersihan dan kenyamanan kawasan cagar budaya dan destinasi wisata sejarah kebanggaan warga Banda Aceh yang sempat tertutup tanaman liar di permukaan air.
Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani, mengatakan luasnya area kolam menjadi kendala jika pembersihan hanya dilakukan manual dari pinggir. Untuk itu pihaknya berkolaborasi dengan BPBD untuk mempercepat proses.
“Kami mengerahkan personel untuk pembersihan menyeluruh. Mengingat area kolam yang luas dan sulit dijangkau dari tepi, kami berkolaborasi dengan BPBD Kota Banda Aceh,” ujar Hamdani saat dikonfirmasi Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, dukungan BPBD sangat membantu petugas di lapangan. BPBD meminjamkan armada perahu karet beserta perlengkapan pendukung operasional untuk menyisir seluruh sudut kolam dan mengangkut tumpukan gulma yang mengapung maupun yang menempel di dasar kolam.
Atas dukungan tersebut, Hamdani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, beserta seluruh anggota tim operasional yang terlibat di lapangan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kalaksa BPBD Bapak Cut Ahmad Putra dan seluruh anggota BPBD yang telah mendukung penuh kegiatan ini dengan armada bot dan personelnya. Sinergi cepat dan tanggap ini sangat membantu kami,” kata Hamdani.
Ia menambahkan, sinergi antar OPD menjadi bukti komitmen bersama dalam merawat ruang publik dan cagar budaya di Banda Aceh.
Saat ini kondisi Kolam Taman Putroe Phang kembali tampak asri dan tertata. Hamdani berharap kerjasama lintas instansi terus terjaga, sekaligus mengajak masyarakat dan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke dalam kolam.
