Dari Anak-Anak Hari Ini, Afdhal Titip Masa Depan Banda Aceh

Banda Aceh – Sebuah kota yang besar tidak lahir hanya dari gedung-gedung yang menjulang atau jalan-jalan yang semakin baik. Kota yang benar-benar maju dibangun dari generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang. Di situlah masa depan Banda Aceh sedang dipersiapkan, dimulai dari anak-anak hari ini.

Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Aceh Tahun 2026, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Afdhal, Hari Anak Nasional merupakan pengingat bahwa setiap kebijakan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup generasi penerus. Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan ruang yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Anak-anak adalah harapan sekaligus amanah. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa Banda Aceh beberapa puluh tahun ke depan. Karena itu, melindungi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dengan baik merupakan investasi terbesar yang dapat kita lakukan,” ujarnya.

Afdhal menegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal bersama dirinya terus menguatkan pembangunan yang berorientasi pada keluarga dan kualitas sumber daya manusia. Berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, pembinaan karakter, hingga penyediaan ruang publik yang lebih ramah bagi keluarga merupakan bagian dari komitmen tersebut.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat agar setiap anak memperoleh hak yang sama untuk belajar, bermain, berkarya, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat.

“Banda Aceh ingin menjadi rumah yang nyaman bagi setiap anak. Rumah yang menghadirkan kesempatan, memberikan perlindungan, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus berprestasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap anak juga menjadi bagian penting dari arah pembangunan kota yang tengah dijalankan. Upaya menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, memperkuat layanan kesehatan, memperluas ruang publik yang layak, hingga mendorong berbagai kegiatan positif bagi anak dan remaja merupakan ikhtiar agar generasi Banda Aceh tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi Afdhal, keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari capaian ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari senyum anak-anak yang dapat menikmati masa kecilnya dengan bahagia, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan cita-citanya.

Momentum Hari Anak Nasional, lanjutnya, menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkuat budaya melindungi anak dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, penyalahgunaan teknologi digital, maupun berbagai ancaman sosial lainnya. Menurutnya, anak-anak membutuhkan kehadiran orang dewasa yang bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita menjaga anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Banda Aceh. Mari kita pastikan setiap anak tumbuh dengan bahagia, memperoleh haknya secara utuh, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita. Dari tangan merekalah estafet pembangunan kota ini akan dilanjutkan,” tutup Afdhal. (Riz)

Facebook Comments