Tingkatkan Akurasi Data Bansos, Dinsos Banda Aceh Gelar Bimtek SIKS NG

Banda Aceh – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh telah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantapan Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) bagi Fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) se-Kota Banda Aceh Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Sosial Kota Banda Aceh pada 4-6 Mei 2026.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati menegaskan bahwa SIKS NG menjadi instrumen penting dalam mendukung validitas data kesejahteraan sosial di daerah.

“Fasilitator SLRT merupakan garda terdepan dalam pelayanan sosial di masyarakat. Karena itu, penguasaan aplikasi SIKS NG menjadi hal yang wajib agar proses verifikasi dan validasi DTSEN serta pengusulan bantuan sosial dapat berjalan cepat, tepat, dan akuntabel,” ujar Sukmawati, Jumat (08/05/2026).

Ia mengatakan, peningkatan kapasitas fasilitator sangat penting mengingat data kesejahteraan sosial menjadi dasar utama dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh fasilitator memiliki kemampuan teknis yang merata dalam melakukan pemutakhiran data secara mandiri dan real-time sesuai standar Kementerian Sosial RI,” katanya.

Sukmawati menjelaskan, selama tiga hari pelaksanaan peserta mendapatkan berbagai materi terkait pembaruan fitur SIKS NG 2026, teknis verifikasi dan validasi DTSEN, mekanisme pengusulan dan penonaktifan penerima bantuan sosial, penanganan data anomali, hingga integrasi SIKS NG dengan sistem layanan dan rujukan di tingkat kecamatan.

“Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung penggunaan aplikasi serta simulasi penanganan pengaduan masyarakat terkait data bantuan sosial,” jelasnya.

Sukmawati berharap melalui kegiatan tersebut, proses penyaluran bantuan sosial di Kota Banda Aceh tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

“Data yang valid menjadi kunci utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kompetensi fasilitator harus terus diperkuat,” pungkasnya. (Rid)

Facebook Comments