Banda Aceh – Ketua TP PKK Banda Aceh Dessy Maulidha melalui agenda kolaborasi tour memperkenalkan berbagai ciri khas potensi budaya lokal kepada para istri kepala daerah dari delegasi Kegiatan Komwil I Apeksi Tahun 2026.
Kegiatan peragaan busana yang berlangsung di Pendopo Walikota setempat memperkenalkan beragam motif khas Aceh yang mengangkat kekuatan budaya Aceh. Diantaranya motif kode etnik memadukan motif bordiran bunga seulanga, jeumpa, asoka dan pucok rebung yang direpresentasikan dalam busana yang elegan. Ada juga model songket street dan pinto Aceh, semua ini adalah hasil dari desainer Aceh yaitu Intan Faiza, Solo Jerico dan Yulidar.
Dalam sambutan hangatnya, Dessy mengatakan bahwa kehadiran ini bukan sekadar silaturrahmi namun juga menjadi bagian penting yang memperkuat sinergi antar daerah melalui peran strategisnya.
“Kolaborasi tour ini kami mengajak ibu-ibu mengenal lebih dekat Kota Banda Aceh, tidak hanya pemerintahan kota tapi juga yang kaya akan sejarah, kuliner dan nilai peradabannya,” jelas Dessy, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan makan siang ini menjadi momentum yang cocok untuk mengenalkan masakan khas Aceh. Pemko Banda Aceh juga mengenalkan Ayam tangkap, udeung phep, urap aceh, kuah beulangong lengkap dengan kudapannya seperti timphan, talam ketan srikaya dan es cendol.
Sebelumnya, delegasi telah berkunjung ke tiga wisata sejarah dan tsunami, yaitu Museum Aceh, Museum Tusnami dan PLTD Apung.
Dessy berharap dari kunjungan tadi tidak hanya mendapat pengalaman wisata, tapi juga nilai pembelajaran, nilai refleksi dan inspirasi serta dapat dibawa kembali ke daerahnya.
“Saya harap dari hari ini hingga seterusnya lahir persahabatan yang erat, inspirasi dan ide-ide baru serta kerjasama yang berkelanjutan antar daerah,” harapnya.
Diakhir ia menyampaikan terima kasih kepada wardah atas dukungan dan kontribusinya, kegiatan kolaborasi tour diwarnai dengan personal color analysis dan pembagian small gift bag untuk seluruh tamu yang hadir. (Hus)
