Banda Aceh — Baitul Mal Kota Banda Aceh menggelar rapat bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh Rabu (15/4/2026) di ruang rapat Kantor Baitul Mal.
Rapat ini bertujuan membahas program pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya pemuda putus sekolah.
Kedatangan rombongan BPVP Banda Aceh disambut hangat oleh Ketua Badan, Dr Yusuf Al-Qardhawy, MH dan Kepala Sekretariat, Irwan, SE, M.Si, Ak, serta hadir pula Komisioner Umar Banta Ali, M.Sos, H Muhammad Aulia, ST dan Dewas Baitul Mal.
Kepala Sekretariat Baitul Mal, Irwan, menyampaikan bahwa selama ini Baitu Mal sedang melakukan survei terhadap setiap proposal bantuan yang masuk.
Ia menegaskan, penerima manfaat nantinya merupakan warga Kota Banda Aceh yang telah menetap minimal lima tahun dan benar-benar membutuhkan.
“Program atau bentuk kerja sama nantinya disusun oleh komisioner dengan memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara Komisioner Baitul Mal Umar Banta, menambahkan, bahwa program akan difokuskan pada pelatihan prioritas, termasuk pemberian modal usaha bagi masyarakat yang telah memiliki tanggungan.
Selain itu, Baitul Mal akan menentukan jumlah kelas, waktu pelatihan, serta target output dan input program.
“Ke depan ada baiknya fokus kita adalah pada pelatihan berbasis digital, seperti TikTok digital dan editing berbasis AI,” katanya.
Ketua Baitul Mal menyebutkan pihaknya yang akan merekomendasikan peserta untuk mengikuti pelatihan.
Adapun syarat peserta meliputi surat keterangan tidak mampu, KTP Banda Aceh, serta termasuk dalam kategori fakir atau miskin.
Program ini ditargetkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi pemuda putus sekolah di Banda Aceh.
Pada pertemuan dengan BPVP, Ia juga mengimbau agar menunaikan zakat melalui Baitul Mal.
“Jika belum mampu berzakat, bisa melalui infak,” pungkasnya.(MR)
