Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh mengarahkan RKPD Tahun 2027 pada Peningkatan Layanan Infrastruktur Dasar dan Optimalisasi Sumber Daya serta Memperkuat Kemitraan Pembangunan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Aula Lantai IV Mawardy Nurdin, Senin (13/4/2026).
Illiza juga mengatakan bahwa Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mengarahkan pembangunan sesuai visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, sebagaimana tertuang dalam RPJM 2025-2029.
“RKPD Tahun 2027 menjadi instrumen penting untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.”
Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga menyampaikan bahwa hingga tahun 2025 lndeks Pembangunan Manusia (IPM) telah mencapai angka 39,55, yang menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu yang terbaik secara nasional.
“Ini mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat yang terus meningkat,” paparnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,66 persen. Meskipun mengalami sedikit perlambatan, namun pendapatan per kapita justru meningkat hingga mencapai sekitar Rp104,3 juta, tertinggi di Provinsi Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Tentunya keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai oleh pemerintah semata. Illiza juga mengajak perkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha,akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, melalui forum Musrenbang ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi terbaik, baik dalam bentuk gagasan, kritik konstruktif, maupun dukungan nyata terhadap program pembangunan Kota Banda Aceh.
“Pendekatan multi-pihak ini menjadi kunci untuk memperluas dampak pembangunan, mempercepat inovasi, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Hus)
