Banda Aceh Punya Perpustakaan Rasa Seoul! Wali Kota Illiza Resmi Soft Launching Banda Aceh Outdoor Library

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal melakukan foto bersama pada Soft Launching Banda Aceh Outdoor Library di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh, Sabtu (7/11/2026). Foto: Hus

Banda Aceh – Kota Banda Aceh kini resmi memiliki ruang literasi baru yang dijamin bikin betah. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meresmikan Banda Aceh Outdoor Library di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh, Sabtu (7/11/2026).

Perpustakaan luar ruang ini terinspirasi langsung dari Seoul, Korea Selatan, hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Seoul Metropolitan Government.

Banda Aceh Outdoor Library akan berlangsung selama delapan pekan, mulai 7 November hingga 20 Desember 2026. Selama periode tersebut, akan ada 16 hari aktivasi dengan sedikitnya 40 kegiatan yang mencakup literasi, kreativitas, budaya, keluarga dan komunitas. Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 50 komunitas dan mitra.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan nantinya masyarakat tidak hanya datang untuk membaca buku.

“Akan ada berbagai kegiatan menarik, mulai dari mendongeng, mewarnai, permainan tradisional, bedah buku, bedah film, pertunjukan seni, lokakarya budaya hingga kegiatan kreatif lainnya,” ujar Wali Kota Illiza dalam sambutannya.

Illiza menegaskan, pihaknya menyadari tantangan cuaca pada November-Desember, terutama hujan.

“Tentu kita menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan pada bulan November dan Desember memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kemungkinan hujan. Karena itu, saya meminta seluruh panitia dan perangkat daerah terkait untuk memperhatikan kondisi cuaca, menyiapkan langkah antisipasi, serta memastikan pengunjung tetap merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Ke depan, Illiza berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah delapan pekan.

“Kita tidak ingin kegiatan ini berhenti setelah delapan pekan. Kita berharap Banda Aceh Outdoor Library dapat dikembangkan menjadi agenda literasi yang berkelanjutan, minimal dua kali dalam setahun,” katanya.

Pusat kegiatan ini adalah Taman Bustanussalatin yang selama ini menjadi salah satu ruang publik kebanggaan masyarakat Banda Aceh.

“Taman Bustanussalatin kita harapkan dapat berkembang menjadi ruang yang tidak hanya digunakan untuk bersantai, tetapi juga untuk belajar, berkreasi, dan bertukar pengetahuan,” ujar Illiza.

Dalam perencanaan awal bersama Pemerintah Kota Seoul, kawasan ini diproyeksikan dapat menampung sekitar 2.000 pengunjung. Dengan penataan yang memperhatikan kenyamanan, kebutuhan keluarga, serta penyesuaian dengan adat dan budaya masyarakat Aceh, tempat ini diharapkan menjadi ruang literasi yang ramah dan terbuka bagi semua kalangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pembangunan Seoul Metropolitan Government, Mr. Park Chang-hyun, menyampaikan bahwa Kota Metropolitan Seoul telah menjadikan kawasan taman menjadi ruang budaya dan kemudian membentangkannya menjadi platform global melalui konektivitas dan perluasannya kini telah mencapai hingga ke Banda Aceh.

“Perpustakaan di ruang terbuka – tempat bagi siapapun dapat membuka buku sambil menikmati alam dan berbagi kebahagiaan satu sama lain dan semoga dapat memberikan semangat bagi kehidupan masyarakat Banda Aceh,” ujar Park.

Ia berharap, di Taman Bustanussalatin, di bawah pepohonan yang tumbuh hijau menyatu dengan lingkungan, anak-anak, keluarga, dan generasi muda dapat menjelajahi dan mempelajari dunia yang lebih luas melalui buku serta mengembangkan impian mereka.

“Dan untuk mewujudkan hal tersebut pemerintahan Seoul akan terus menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Park juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas dukungan dan upaya yang telah diberikan untuk menghadirkan Banda Aceh Outdoor Library.

“Kami berharap perpustakaan outdoor ini dapat terus hidup dalam jangka panjang dan menjadi simbol persahabatan yang kokoh antara Seoul dan Banda Aceh,” tutupnya. (Hus)

Facebook Comments