Banda Aceh – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Tatap Muka Pendidikan Politik bagi warga Kota Banda Aceh. Kegiatan berlangsung di Hotel Diana, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan Kemasyarakatan dan SDM, Ridwan dan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan organisasi kepemudaan, serta perwakilan masyarakat dari kecamatan dan gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh.
Kegiatan pendidikan politik yang bertema “Mewujudkan Masyarakat Kota Banda Aceh yang Cerdas, Kritis dan Bertaggung Jawab dalam Meningkatkan Kualitas Demokrasi” ini diisi oleh tiga narasumber, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), perwakilan dari Kesbangpol Kota Banda Aceh, serta praktisi demokrasi dan kepemiluan.
Kepala Badan Kesbangpol melalui Ketua Panita Nata Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat Kota Banda Aceh untuk meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan politik, demokrasi, dan hak kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan politik masyarakat serta membangun budaya politik yang sehat, santun, rasional, dan bertanggung jawab.
“Kita ingin masyarakat Banda Aceh cerdas berpolitik, tidak mudah terprovokasi, dan paham bahwa partisipasi politik tidak hanya saat Pemilu, tapi juga ikut mengawasi dan membangun daerah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu narasumber dari kalangan akademisi menekankan pentingnya literasi politik di tengah arus informasi yang begitu cepat. Menurutnya, masyarakat harus mampu menyaring informasi dan tidak terjebak dalam politik identitas dan hoaks.
Para peserta tampak antusias mengikuti materi hingga sesi diskusi. Mereka berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan sampai ke tingkat gampong.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk mewujudkan iklim demokrasi yang kondusif di Kota Banda Aceh.
