Pertama di Aceh, Layanan Kateterisasi Jantung Anak Resmi Hadir di RSUD Meuraxa

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, didampingi Direktur RSUD Meuraxa, dr. Emiralda, M.Kes, secara resmi melaunching Pelayanan Kateterisasi Anak dan Penyakit Jantung Bawaan di RSUD Meuraxa, Senin (31/08/2026) siang.

Hadirnya layanan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan jantung anak di Kota Banda Aceh. Layanan kateterisasi anak dan penyakit jantung bawaan ini menjadi layanan pertama di Kota Banda Aceh dan Provinsi Aceh, sehingga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan jantung intervensi modern.

Sebagai bagian dari persiapan pengembangan layanan tersebut, RSUD Meuraxa telah mendapatkan pendampingan dari tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, khususnya dalam pelaksanaan Transesophageal Echocardiography (TEE).

Pendampingan tersebut membuahkan hasil positif dengan berhasil dilaksanakannya tindakan ASD Device Closure terhadap tiga pasien anak dengan kelainan jantung bawaan.

ASD Device Closure merupakan prosedur penutupan kebocoran jantung bawaan pada sekat atrium atau lubang pada dinding pemisah serambi jantung. Tindakan ini dilakukan melalui teknik kateterisasi sehingga tidak memerlukan operasi atau pembedahan terbuka.

Yang menjadi keunggulan, tindakan ASD Device Closure di RSUD Meuraxa dilakukan dengan menerapkan Zero Fluoroscopy dan Zero Contrast Technique, yaitu teknik tanpa penggunaan sinar radiasi fluoroskopi dan tanpa penggunaan zat kontras. Penerapan teknik tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih aman, khususnya bagi pasien anak.

Pelayanan ini ditangani oleh dr. Lyra Febrianda, Sp.JP(K)-FIHA, selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, bersama tim medis RSUD Meuraxa, dengan dukungan pendampingan dan transfer pengetahuan dari tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Kehadiran dokter dengan kompetensi khusus di bidang pediatrik dan penyakit jantung bawaan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan layanan kateterisasi anak di RSUD Meuraxa. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta fasilitas yang memadai, RSUD Meuraxa kini mampu menghadirkan pelayanan jantung intervensi bagi pasien anak di Aceh.

Keberhasilan tindakan ASD Device Closure terhadap tiga pasien anak sekaligus menjadi bukti kesiapan RSUD Meuraxa dalam memberikan pelayanan penyakit jantung bawaan secara komprehensif. Capaian ini juga menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan jantung intervensi modern kepada masyarakat Aceh, sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

Direktur RSUD Meuraxa, dr. Emiralda, M.Kes, menyampaikan bahwa pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUD Meuraxa untuk terus meningkatkan mutu dan jenis pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi antara RSUD Meuraxa dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Kami berharap layanan ini dapat terus berkembang sehingga masyarakat Aceh, khususnya anak-anak dengan penyakit jantung bawaan, dapat memperoleh pelayanan terbaik tanpa harus keluar daerah,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Muhadi, Sp.PD(K), M.Epid, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST, Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, SKM., M.Kes, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Jalaluddin, ST., MT, serta para direktur rumah sakit, perwakilan organisasi kesehatan dan tamu undangan lainnya.

Peluncuran layanan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi RSUD Meuraxa untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan berstandar tinggi di Aceh, sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan jantung dan penyakit jantung bawaan anak di wilayah Aceh.

Facebook Comments