Festival QRIS Pasar Atjeh Berakhir, UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Banda Aceh – Rangkaian Festival QRIS Pasar Atjeh resmi ditutup oleh Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Faisal yang bertempat di Lapangan ex Pasar Aceh, Senin (17/08/2026) malam.

Dalam sambutannya, Asisten Faisal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut.

Faisal juga menyoroti perubahan kebiasaan bertransaksi masyarakat yang kini beralih dari uang tunai ke pembayaran digital melalui QRIS. Menurutnya, perubahan sederhana ini menunjukkan bahwa ekonomi daerah juga mulai bertransformasi.

“Dulu kalau ke pasar, yang dipikirkan apakah sudah bawa uang tunai. Sekarang cukup bawa handphone,” ujarnya, menekankan pentingnya UMKM mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan, berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, hingga 31 Desember 2025 terdapat sekitar 47.450 UMKM aktif di Kota Banda Aceh.

Angka ini dinilai sebagai kekuatan utama perekonomian kota, sehingga tugas pemerintah adalah memastikan UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga naik kelas melalui digitalisasi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar.

“QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan pintu masuk bagi UMKM untuk terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital. Transaksi yang lebih mudah, cepat, dan praktis,” ungkapnya.

Selanjutnya, acara penutupan dimeriahkan dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada pemenang berbagai kompetisi, seperti Lomba QRIS Bulanan Bank Indonesia, Lomba Mewarnai TK, QRIS Jelajah Indonesia, dan Lomba Merchant Kuliner.

Kemudian, Asisten Faisal mengucapkan selamat kepada para pemenang dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai produk lokal, bertransaksi menggunakan QRIS, serta bersama-sama memajukan ekonomi Kota Banda Aceh.

Facebook Comments