Banda Aceh — Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh kembali bersinergi melalui kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2026.
Agenda ini merupakan lanjutan dari rangkaian persiapan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026 yang dilaksanakan di Ruang Forum Satu Data Diskominfotik, Kamis (16/04/2026).
Diikuti oleh Bappeda (koordinator data), DP2KP dan Dinkes sebagai produsen data, tujuan utama kegiatan ini adalah menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas teknis, serta memastikan kesiapan para OPD pengelola data dalam menghadapi tahapan penilaian EPSS 2026 oleh BPS Pusat.
Dalam arahannya, Kepala Bidang Statistik Diskominfotik Kota Banda Aceh Jauhari, S. Sos menegaskan pentingnya komitmen OPD dalam menjaga kualitas data. “Harapan kepada seluruh OPD agar data selalu di update secara berkelanjutan, jangan tunggu akhir tahun,” tegasnya.
Ia menambahkan, budaya menunda pemutakhiran data kerap menjadi kendala yang berdampak pada rendahnya nilai evaluasi.
“Tentu kita berharap penilaian meningkat tahun ini, target 2,63,” ujarnya. Angka tersebut merupakan target Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang diharapkan mampu membawa Kota Banda Aceh naik ke kategori “Baik” secara nasional.
Sementara itu Ketua Tim Bidang IT dan Pengolahan BPS Kota Banda Aceh Muhammad Iqbal Iradhah, SST, M.Si dalam kegiatan tersebut juga memberikan penekanan khusus kepada OPD produsen data sektoral.
Ia meminta kepada OPD menyiapkan dokumen dan bahan pendukung untuk statistik sektoral secara lengkap dan valid. Menurutnya, kelengkapan bukti dukung menjadi komponen krusial dalam penilaian tata kelola data. (Zie)
