Satpol PP WH Intensifkan Pengawasan Kolong Jembatan Beurawe, Tindak Lanjut Kekhawatiran Warga

Foto: Humas Kota Banda Aceh

Banda Aceh, InfoPublik – Menindaklanjuti keresahan warga terkait keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh meningkatkan pengawasan rutin di beberapa empat salah satnya adalah kolong Jembatan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam.

Langkah ini diambil setelah sejumlah warga melaporkan sering melihat kelompok PMKS berada dan berkumpul di area tersebut. Warga khawatir jika tidak segera ditangani, lokasi itu akan semakin ramai dan berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

Kepala Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si., melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Thabrani, S.Sos., menjelaskan bahwa pihaknya merespons langsung aduan masyarakat dengan meningkatkan patroli dan pengawasan secara berkala.

Menurut Thabrani, kawasan sekitar jembatan tidak hanya menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga ruang publik yang sering dimanfaatkan warga untuk bersantai dan memancing. Kehadiran fasilitas seperti kursi di tepi sungai menjadikan area tersebut ramai dikunjungi masyarakat, sehingga aspek keamanan dan ketertiban menjadi perhatian bersama.

“Warga berharap lingkungan tetap aman dan nyaman untuk semua. Karena itu, kami rutin melakukan pengawasan agar lokasi tidak disalahgunakan sebagai tempat bermalam,” ujar Thabrani, Minggu (8/2/2026).

Sejak beberapa pekan terakhir, khususnya pada malam hari, Tim Kalong Satpol PP WH diturunkan secara berkala guna memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk keberadaan anak punk yang bermalam di kolong jembatan.

Satpol PP WH juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan dengan segera melapor jika menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun kenyamanan di sekitar Jembatan Beurawe.

Dengan pengawasan yang lebih intensif dan kolaborasi bersama masyarakat, diharapkan kawasan tersebut tetap menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Banda Aceh. (Sgt)

Facebook Comments